Bandar Lampung NE, Hari Ulang Tahun Ikatan Penilik Indonesia (IPI) dipusatkan di Bandar Lampung, Lampung. HUT IPI ke 19 mengambil tema Penilik Berdaya, Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua Merata Dan Berkelanjutan.
Hadir dalam acara yang dilaksanakan di gedung Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Lampung, adalah para perwakilan penilik se Indonesia.
Hadir juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Thomas Amirico menyampaikan bahwa semua peserta didik mempunyai mimpi dan orang tua mempunyai harapan, sehingga patut kiranya kita sebagai insan guru dan tenaga kependidikan harus menyambut agar mimpi murid dan harapan orang tua menjadi nyata.
Suardi, ketua panitia, dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya peringatan ini adalah untuk menjalin silaturahmi antar anggota.
Suardi yang juga menjabat Ketua IPI Lampung, mengajak semua yang hadir untuk mengenal satu sama lain. Karena sesungguhnya kita ini adalah bersaudara. Lebih-lebih profesi kita sama yaitu Penilik yang mengemban tugas sebagai pengendali mutu dan evaluasi dampak program pendidikan anak usia dini, pendidikan kursus dan pendidikan kesetaraan. Lebih lanjut Suardi mengatakan kumpulnya penilik dalam acara hari ulang juga sebagai sarana koordinasi tentang tugas dan fungsi penilik. Disamping itu Suardi mengucapkan terimakasih kepada para pihak sehingga acara bisa mewujud.
Dalam pidato sambutan Ketua Umum Ikatan Penilik Indonesia Pusat yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Riyantini bahwa Ikatan Penilik Indonesia merupakan rumah besar, dan menjadi ganda terdepan bagi Pendidikan Non formal. Saat ini banyak isu strategis tentang jabatan fungsional Penilik bagaimana memperkuat peran penilik sebagai aktor utama penjaminan mutu pendidikan nonformal di era transformasi digital, dengan dukungan regulasi, kompetensi dan fasilitas yang memadai. Issue yang mendesak adalah menguatkan posisi dan fungsi strategisnya Jabatan Fungsional Penilik, sinkronisasi regulasi, harmonisasi dan reposisi peran Penilik di era layanan pendidikan untuk semua.
“Banyak issue strategis mengiri peringatan HUT IPI tahun ini”.kata Riyantini.
Seperti diketahui bahwa setiap profesi dalam pemerintahan harus memiliki wadah organisasi.
” Organisasi kita (IPI) telah tercatat di Kemdilkdasmen”. katanya lebih lanjut.
Banyak harapan yang disampaikan oleh para penilik untuk Ikatan Penilik Indonesi. Irmasari misalnya, Penilik yang bertugas di Kabupaten Pesawaran, Lampung berharap agar keberadaan penilik tidak saja diperhitungkan tetapi juga diperhatikan kesejahteraannya. Tepat kiranya di usia yang ke 19 penilik menunjukkan eksistensinya. “Berjuang untuk kesejahteraan adalah keniscayaan”.imbuhnya.
Kehadiran Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan Irsan mewarnai pertemuan pagi menjelang siang. Irsan berharap peserta dari luar provinsi Lampung bisa tinggal lebih lama di provinsi Lampung.
“Di Lampung banyak sekali tempat kuliner khas Lampung”, katanya. “Ada sambal seruit yang bangek temen”.selorohnya sedikit promosi, yang artinya enak banget. (trima)






